√ 3 Pengumpulan Data Dengan Observasi - Nearest Business √ 3 Pengumpulan Data Dengan Observasi - Blog Berbagi Mengenai Wirausaha Nearest Business - Page Not FoundBlog Berbagi Mengenai Wirausaha

3 Pengumpulan Data Dengan Observasi

Pengumpulan Data Observasi

Pengumpulan Data Dengan Menggunakan Metode Observasi Untuk Mendapatkan Informasi Mengenai Suatu Proses Atau Objek Untuk Melanjutkan Suatu Penelitian

    Kita sudah tahu bersama bahwa observasi tidak terlepas dari yang namanya penelitian oleh karena itu sebagai wahasiswa kamu harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin, agar ketika dalam penyusunan skripsi tidak terjadi kendala yang berarti. Sebelum kita membahas 3 macam-macam observasi, kami mengutip berbagai sumber dari para ahli mengenai observasi sebagai berikut:

    Observasi menurut Nasution (1988), observasi merupakan dasar semua ilmu pengetahuan, para ahli dan para ilmuwan hanya dapat bekerja berdasarkan data, yaitu fakta mengenai dunia kenyataan yang diperoleh melalui observasi. Data tersebut dikumpulkan dengan menggunakan berbagai alat bantu yang sangat canggih, sehingga benda-benda yang berukuran kecil (proton dan elektron) maupun yang sangat jauh seperti planet dan galaksi (benda ruang angkasa) dapat diobservasi dengan jelas.

    Pengertian observasi menurut Marshall (1995), menyatakan bahwa through observation the researcher learn about behavior and the meaning attached to those behavior (melalui observasi, peneliti belajar tentang perilaku dan makna dari perilaku tersebut.

    Menurut Sanafiah Faisal (1990), observasi adalah mengklasifikasikan observasi menjadi observasi berpartisipasi (participant observation), observasi yang secara terang-terangan dan tersamar (overt observation and convert observation) dan observasi yang tak berstruktur (unstructured observation). Selanjutnya Spradley, dalam Susan Stainback (1988), membagi observasi berpartisipasi menjadi empat bagian yaitu passive participation, moderate participation, active participation dan complete participation. Agar memudahkan kamu dalam pemahaman tentang bermacam-macam metode observasi maka kami akan menjelaskannya di bawah ini:

1. Observasi partisipatif
    Dalam observasi ini, seorang peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian. Sambil melakukan pengamatan, peneliti ikut serta melakukan apa yang dikerjakan oleh sumber data, dan ikut merasakan suka dukanya. Dengan observasi partisipasi ini, maka data yang diperoleh akan lebih lengkap, tajam dan sampai mengetahui pada tingkat makna dari setiap perilaku yang nampak.
    Dalam suatu perusahaan atau organisasi pemerintah misalnya, peneliti dapat berperan sebagai karyawan, ia dapat mengamati bagaimana perilaku karyawan dalam bekerja, bagaimana produktivitas karyawan dalam bekerja, bagaimana semangat kerjanya, bagaimana hubungan satu karyawan dengan karyawan lainnya, bagaimana hubungan karyawan dengan supervisor dan pimpinan, bagaimana keluhan dalam melaksanakan pekerjaan dan lain sebagainya.

    Menurut Susan Stainback (1988), menyatakan in participant observation, the researcher observes what people do, listen to what they say, and participates in their activities (dalam observasi partisipatif, peneliti mengamati apa yang dikerjakan orang, mendengarkan apa yang mereka ucapkan, dan berpartisipasi dalam aktivitas mereka.
    Seperti yang telah kami kemukakan bahwa observasi ini dapat digolongkan menjadi empat, yaitu partisipasi pasif, partisipasi moderat, observasi yang terus terang, tersamar dan observasi yang lengkap sebagai berikut:
  • Partisipasi pasif (passive participation): means the research is present at the scene of action but does not interact or participate. (dalam hal ini peneliti datang di tempat kegiatan orang yang diamati, tetapi tidak ikut terlibat dalam kegiatan tersebut).

  • Partisipasi moderat (moderate participation): means that the researcher maintains a balance between being insider and being outsider. (dalam observasi ini terdapat keseimbangan antara peneliti menjadi orang dalam dengan orang luar. peneliti dalam mengumpulkan data ikut observasi partisipatif dalam beberapa kegiatan, tetapi tidak semuanya.

  • Partisipasi aktif (active participation): means that the researcher generally does what others in the setting do. (dalam observasi tersebut peneliti ikut serta melakukan apa yang dilakukan oleh narasumber, tetapi belum sepenuhnya lengkap.

  • Partisipasi lengkap (complete participation): means the researcher is a natural participant, This is the highest level of involvement. (dalam melakukan pengumpulan data, peneliti sudah terlibat sepenuhnya terhadap apa yang dilakukan sumber data. Jadi suasananya sudah natural, peneliti tidak terlihat melakukan penelitian. Hal ini merupakan keterlibatan peneliti yang tertinggi terhadap aktivitas kehidupan yang diteliti.

2. Observasi terus terang atau tersamar
    Dalam hal ini, peneliti melakukan pengumpulan data menyatakan terus terang kepada sumber data, bahwa ia sedang melakukan penelitian. Jadi mereka yang diteliti mengetahui sejak awal sampai akhir tentang aktivitas peneliti. Tetapi dalam suatu situasi dan kondisi peneliti juga tidak terus terang atau samar dalam observasi, hal ini untuk menghindari kalau suatu data yang dicari merupakan data yang masih dirahasiakan. Kemungkinan kalau dilakukan dengan terus terang, maka peneliti tidak akan diijinkan untuk melakukan observasi.

3. Observasi tak berstruktur
    Observasi dalam penelitian kualitatif dilakukan dengan tidak berstruktur, karena fokus dari penelitian belum jelas. Fokus observasi akan berkembang selama kegiatan observasi berlangsung. Jika masalah penelitian sudah jelas seperti dalam penelitian kuantitatif, maka observasi dapat dilakukan secara berstruktur dengan menggunakan pedoman observasi. Observasi tidak terstruktur adalah observasi yang tidak dipersiapkan secara sistematis tentang apa yang akan diobservasi. Hal ini dilakukan karena peneliti tidak tahu secara pasti tentang apa yang akan diamati. Dalam melakukan pengamatan peneliti tidak menggunakan instrumen yang telah baku, tetapi hanya berupa rambu-rambu pengamatan.
    Misalnya, dalam suatu pameran produk industri dari berbagai negara. Peneliti belum tahu pasti apa yang akan diamati. Oleh karena itu peneliti dapat melakukan pengamatan bebas, mencatat apa yang tertatik, melakukan analisis dan kemudian dibuat kesimpulan atau mungkin peneliti akan melakukan penelitian pada suatu suku terasing yang belum dikenalnya, maka peneliti akan melakukan observasi secara tidak terstruktur.

Apakah artikel gratis kami dapat membantu kamu?

Jika kamu merasa kami membantu, harap pertimbangkan untuk berbagi pengalaman kamu dengan orang lain. Kami sangat menghargainya, terima kasih telah berkunjung dan jangan sungkan untuk datang kembali. Semoga harimu senantiasa menyenangkan

Semoga yang kami sampaikan dapat membantu kamu dalam mengetahui 3 pengumpulan data dengan observasi agar memudahkan kamu dalam penyusunan skripsi supaya lulus tepat waktu, karena menurut kami skripsi itu baik, kalau ada skripsi yang jahat itu berarti mungkin dia skripsi yang tersakiti dan semoga artikel ini bermanfaat. Sampai jumpa di artikel-artikel berikutnya.